Hari pertama di Bandung, kami diajak rombongan Ibu makan malam di the View, sebuah restoran yang terletak di dalam perumahan Dago Pakar.
Setelah mandi dan sholat magrib, kami berbenah siap-siap berangkat. Hujan yang mengguyur Bandung di malam Imlek 2009 belum berhenti juga. Bis ukuran sedang yang akan membawa kami sudah datang dan parkir di depan hotel. Suara hujan menggelegar menelan canda teman-teman Ibu yang masih saling tunggu dan saling atur.
Aku dan Bapak duluan masuk ke dalam bis memilih posisi terbaik di kursi deretan paling depan sebelah kiri. Dari dalam bis kami lihat Kak Ifa celingukan mencari kami. :)
Bis berangkat. Hujan mulai reda. Jalanan masih basah bekas guyuran hujan. Canda tawa di dalam bis menghadirkan suasana riang. Bis kami perlahan menerabas jalan mendaki ke arah perbukitan Dago.
Tak lama kemudian kami sudah memasuki jalan boulevard di kompleks Dago Pakar yang nampak lengang. Rumah penghuni terletak jauh dari jalan. Dari bentuk-bentuk rumah yang terlihat samar dalam kerlip lampu, aku duga perumahan ini dihuni kalangan berpunya.
The View ada di depan mata. Aku turun bis digandeng Ibu. Dua orang mahasiswa laki perempuan menawarkan kreasi balon kepada kami. Mereka sedang menggalang dana untuk sebuah acara kampus. Ibu belikan aku dan Kak Ifa masing-masing 2 balon. Balonku berbentuk kupu-kupu dan bunga sedagkan Kan Ifa anjing dan apa ya .. aku lupa.
Sebelum makan malam dimulai, kami dibimbing Om GunGun untuk ice breaking. Setiap peserta, besar kecil laki perempuan, diminta menluis apa yang positif mereka anggap positif dari diri mereka. Aku tulis: rajin sholat. Kak Ifa tulis suka membaca dan rajin belajar. Kertas tulisan dilipat, dikocok, dan dibagikan ke setiap orang. Om GunGun memanggil peserta untuk saling baca kertas masing-masing. Acaranya penuh canda dan bikin peserta lapar.
Selesai ice breaking, kami makan malam bersama di teras samping yang memiliki pemandangan ke arah kerlip lampu kota Bandung di kejauhan. Aku lihat Bapak makan lahap. Sebelumnya Bapak mengeluh lapar dan gak sabar menunggu ice breaking berakhir. :))
Selesai makan, ternyata acara dilanjut dengan karaoke. Wah ini dia ... kesempatan bagi teman-teman ibu untuk menikmati malam sambil bernyanyi-nyanyi. Berbagai macam lagu segera berkumandang. Organ tunggal dan penyanyi yang disewa semangat menghibur kami. Beberapa peserta tak sabar segera bergoyang dan bernyanyi. Lagu-lagu hits anak muda segera mengalun. Ada PUSPA (Putuskan Saja Pacarmu) dari ST12, dan juga Nafasmu dari Ungu. Dua lagu yang Bapak suka tapi aku nggak. He he he.
Lewat jam 11 malam kami baru kembali ke hotel. Aku tidur di bis dipangku Bapak. Kak Ifa duduk di samping kami, ketiduran.
Lanjut di Sini






0 comments:
Post a Comment